Selasa, 14 Agustus 2012

Bandung Yang Sibuk

Bandung telah menjadi sebuah kota yang padat dan sibuk akhir-akhir ini. Mungkin memang seperti itulah resikonya menjadi kota besar yang cukup dikenal tidak hanya di Nusantara tetapi juga mancanegara. Hampir setiap hari kita lihat wajah-wajah turis asing di jalan-jalan kota Bandung. Biasanya di pusat-pusat perbelanjaan, tempat-tempat wisata, hotel, restoran atau tempat-tempat penting lainnya yang mungkin menjadi tempat mereka bekerja. Bahkan jika di lembaga-lembaga pendidikan yang ada di kota Bandung, para pelajar asing akan mudah kita temui. Karena lembaga-lembaga pendidikan yang ada di kota Bandung memang sudah cukup punya nama, baik nasional maupun internasional. Seperti halnya ITB, Unpad, Unpar, Unikom, UPI dsb.

Bandung memang terkenal dengan keindahan dan kenyamanan kotanya. Bahkan dahulu ketika Belanda masih menduduki Indonesia, termasuk Bandung, mereka sampai menjuluki kota Bandung ini sebagai kota “Paris Van Java”. Jika ditanya bagaimana membandingkan kota Bandung dengan kota Paris, saya kurang tahu dan kurang paham. Tapi yang saya rasakan bahwa memang kota Bandung adalah kota yang  terus hidup sepanjang waktu. Bahkan di malam hari, di tempat-tempat tertentu, Bandung akan terlihat lebih menarik dan eksotis di bandingkan siang harinya. Maka tidak heran jika kota Bandung selalu dijadikan tempat favorit bagi liburan bersama teman atau keluarga di akhir pekan. Sehingga hampir setiap hari sabtu dan minggu, jalanan kota Bandung akan dilanda kemacetan parah. Makanya, setelah saya tahu, saya tak berani lagi keluar rumah terutama pas hari sabtu sore atau minggu pagi kecuali ada urusan-urusan yang mendadak. Jika tujuannya hendak bermalam mingguan atau hanya sekedar jalan-jalan sore saja, maka di jamin anda pasti kecewa karena harus menunggu dulu sekian lama di jalanan karena macet sebelum sampai tujuan.

Pemandangan kota Bandung memang sangat indah, terutama ketika sore hari yang cerah. Jalanan kota biasanya lebih ramai karena sebagian besar orang sudah pulang dari pekerjaannya. Walaupun kadang macet selalu menjadi rutinitas di jalanan kota Bandung. Dari atas jembatan layang pasopati, kita bisa melihat secara kontras wajah kota Bandung yang sebenarnya. Di antara gedung-gedung tinggi menjulang, kebanyakan yang kita lihat hanyalah permukiman penduduk yang saling berdesakkan. Terlihat sangat tidak beraturan dan tidak tertata dengan rapih. Mungkin itu adalah dampak dari urbanisasi yang yang setiap tahun selalu membanjiri kota Bandung. Orang dari desa berbondong-bondong ke kota dengan maksud mendapatkan penghidupan yang lebih layak, padahal pada kenyatannya tidak seperti itu.

Seperti halnya di kota-kota besar lainnya, pasti ada sebuah perbedaan yang diakibatkan oleh kesenjangan social yang terlalu renggang. Di tengah-tengah modernitas yang kian hari kian cepat melaju, di satu sisi kota Bandung menampilkan wajah yang eksotis dan metropolis dengan pembangunannya yang berkembang sangat pesat, di sisi lain permukiman-permukiman kumuh dan tidak layak masih bisa kita temui di sudut-sudut kota Bandung. 

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review