Kalau masyarakat masih menganggap bahwa kuliah itu adalah jaminan mendapatkan pekerjaan yang layak dan bergengsi, maka mungkin itu sudah tidak berlaku lagi di zaman ini. Zaman yang serba ironi, zaman yang tidak pernah memberikan harapan yang lebih dari apa yang di harapkan.
Lantas, masihkah kuliah menjadi prasyarat mutlak untuk bisa mendapatkan pekerjaan?
Memang di satu sisi banyak orang sukses di pekerjaan berasal dari bangku kuliah, tapi banyak juga orang yang sukses justru karena ia meninggalkan bangku kuliah. Fenomena seperti Mark Zurenbeg, Bill Gates, atau bahkan seorang Bob Sadino sekalipun yang ternyata mereka mampu meraih sukses tanpa harus mati-matian mengejar gelar dan selembar ijazah.
Pendidikan formal tak selalu berbanding lurus dengan kemakmuran. Beberapa dari milyuner yang berada di daftar orang terkaya versi majalah forbes ternyata tidak pernah lulus kuliah. Dari 400 orang yang masuk dalah daftar 400 terkaya majalah Forbes, sebanyak 63 pengusaha atau 15 % lebih diantaranya tidak pernah lulus kuliah. Lintas berita.com
Apalagi jika kuliah sudah dikaitkan dengan pengalaman kerja, Maka tumbuh suburnya sarjana pengangguran bukanlah hal yang aneh lagi. Saat ini, sebagian besar perusahaan yang memberikan lowongan kerja selalu membubuhkan syarat pengalaman kerja minimal 1-2 tahun. Jadi masalahnya bukan karena tidak ada lowongan pekerjaan, akan tetapi dikarenakan banyaknya pekerjaan yang tidak cocok untuk seorang sarjana padahal itu adalah gerbang mendapatkan pengalaman kerja walaupun awalnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Seperti halnya menjadi seorang Cleaning Servis, tukang sapu, yang pekerjaan tersebut pasti di pandang sebelah mata oleh seorang sarjana dan dianggap menghinakan. Akibatnya banyak para lulusan kuliah (sarjana) yang hanya memilih menganggur bertahun-tahun daripada harus menerima pekerjaan yang tidak cocok untuk dirinya.
Dalam sebuah jejak pendapat yang dilakukan oleh situs Linkedln, dimana ditanyakan kepada para responden, “Mana yang lebih berharga di mata anda? Pendidikan atau pengalaman?”. Dan sebagian besar menganggap bahwa pengalaman lebih berharga. Salah seorang responden mengatakan, "kuliah hanya mengajarkan teori, dan dari pengalaman pribadi, teori hanya bekerja dalam teori saja." Responden lainnya juga menambahkan, "Gelar hanya tertera di atas kertas, hal ini tidak mencerminkan kemampuan seseorang dalam menangani sebuah pekerjaan. Seseorang tidak mempelajari hal ini di sekolah.” (http://wolipop.detik.com).
Jadi,walaupun hatam teori di perkuliahan ternyata di dunia kerja, pengalamanlah yang lebih dibutuhkan. Dan kalaupun ingin sukses tanpa harus mencari pengalaman terlebih dahulu, anda bisa tanyakan kepada orang-orang suskes di atas. Mereka adalah orang-orang menciptakan pengalaman sendiri dan sukses dengan pengalaman yang mereka ciptakan tersebut.
Lalu adakah pekerjaan seperti apa yang tidak membutuhkan bangku kuliah, embel-embel gelar dan selembar ijasah? Menurut situs Aks Men, ada beberapa pekerjaan yang bisa anda dapati tanpa harus melewati bangku kuliah.
1. Menjadi jurnalis
Jika ingin menjadi jurnalis hanya mengandalkan gelar jurnalistik tanpa pengalaman, maka kemungkinan besar anda akan dipandang sebelah mata oleh perusahaan. Banyak media sukses memburu calon karyawan yang bertalenta dan berkarakter. Makanya jika ingin menjadi koresponden, mencatat jurnal perjalanan anda keliling dunia, lebih baik anda tinggalkan bangku kuliah dan mulailah berteman dengan para editor dan penulis.
Dan memang, dunia jurnalistik erat kaitannya dengan kemampuan tulis-menulis. Anda bisa mengasah kemampuan menulis sendiri dengan banyak membaca buku, tulisan-tulisan dari media tertentu. Dan tahukah Anda, beberapa dari orang terkaya di media adalah orang yang tidak menyelesaikan atau tidak pernah merasakan bangku kuliah, seperti pendiri Dreamworks, David Geffen hingga pendiri CNN, Ted Turner.
2. Manajer hotel mewah
Apa saja yang dilakukan oleh seorang karyawan hotel? Anda tinggal duduk saja menunggu meja. Jika ingin sukses berkarir di sini, anda bisa memulainya dengan menjadi pelayan, dan jika memiliki kesungguhan anda bisa memanjat karir dalam waktu yang tidak cukup lama.
Pengalaman kerja adalah segalanya, selain tentunya sikap yang baik supaya bagaimana membuat orang merasa diterima dan nyaman, juga didukung oleh kemampuan memecahkan masalah dan tetap kompetitif serta inovatif akan menjadikan seseorang yang tidak lulus sekolah pun bisa menjadi manajer hotel paling mewah di dunia.
3. IT specialist
Sangat mustahil rasanya jika dunia IT dijalankan tanpa pendidikan tinggi dan kecerdasan di atas rata-rata, namun dalam dunia pekerjaan, pengalaman dan kebiasaan lebih dibutuhkan dalam menghadapi berbagai permasalahan IT. Sebuah gelar sarjana atau diploma anda mungkin tidak banyak berguna dalam pekerjaan jika tidak terbiasa bereksperimen dengan segala jenis problem. Sebuah perusahaan yang membutuhkan perlindungan data-data yang sensitife mungkin akan bertanya pada anda,” Apa keahlian anda memungkinkan bisa melindungi data-data perusahaan kami?, daripada bertanya, “Apa saja yang sudah anda pelajari di perkuliahan?”.
Selain tidak harus melulu kuliah, profesi ini juga menawarkan gaji yang cukup tinggi,mengingat ahli di bidang ini tidak terlalu banyak peminatnya. Meskipun banyak, jarang yang benar-benar mengkhususkan diri terhadap jenis IT sekuritas.
4. Produser Musik
Banyak orang menilai untuk menjadi seorang musisi tidak perlu duduk di bangku kuliah, karena hanya mengandalkan talenta. Namun jika anda memiliki pendengaran seperti Mozart, dan merasa bisa menangani sebuah proyek besar, maka anda bisa memilih menjadi produser.Sound engineer producer harus memiliki kemampuan praktis, seperti soundboard dan pengalaman pascaproduksi. Sedangkan seorang produser eksekutif hanya perlu tahu bisnis dan memiliki insting tinggi mendengarkan music bagus dan artis berbakat. Selebihnya, faktor koneksi yang berperan dan faktor keberuntungan yang memihak Anda.
5. Detektif atau penyidik criminal
Anda bisa memulai menimba pengalaman dengan bergabung di satuan tugas kepolisian. Syarat lainnya yaitu memiliki fisik yang kuat, ketelitian tingkat tinggi, serta pemahaman situasi yang serba teka-teki.
Biasanya, seseorang bisa langsung bekerja di tim kepolisian dan menimba pengalaman selama lima tahun. Dari situ prestasinya akan menentukan akankah dirinya bisa naik ke jenjang karir yang lebih tinggi menjadi kepala detektif/investigasi. Tak hanya finansial, profesi ini juga memberikan nama baik bagi seseorang yang menggelutinya.
Selain kelima pekerjaan di atas, tentunya masih banyak pekerjaan lain yang bisa diraih tanpa harus melewati kuliah terlebih dahulu. Menjadi seorang pengusaha sukses tidak selalu identic dengan embel-embel gelar dan selembar ijasah, hanya perlu kesungguhan dan jiwa usaha yang kuat. Apakah anda pikir seorang Andri Wongso, motivator no.1 di Indonesia, gelarnya sampai selangit? Tidak! Bahkan beliau tidak tamat SD sekalipun. Atau seorang Puri R Chandra dengan lembaga bimbingan belajarnya yang saat ini punya lebih dari 700 cabang di Indonesia. Beliau ternyata tidak pernah tamat kuliah.
Begitupun menjadi seorang penulis. Baik itu penulis Buku biografi, Novel, artikel ilmiah, penulis media massa dsb. Hampir sebagian besar keahlian mereka tidak berasal dari pendidikan formal. Bahkan seorang Andres Harefas harus rela meninggalkan kampus biru, demi memenuhi panggilan jiwanya untuk menulis. Dan hasilnya, sebagian besar buku-bukunya berkategori best-seller. Syaratnya adalah asal ada kemamuan dan kesungguhan untuk berlatih, semua orang bisa menjadi penulis. Anda bisa hidup dari tulisan anda. Mungkin anda pernah mendengar nama-nama seperti Andrea Hirata, JK. Rowling, Stephen King, dsb. Mereka bisa meyakinkan bahwa menulis dapat menghasilkan sesuatu, bahkan pendapatan yang lebih. Dan yang paling penting tidak membutuhkan pengalaman kerja seperti apa yang diminta oleh sebuah perusahaan.
Jadi, di zaman ini kuliah atau pendidikan formal pada umumnya, tidak selalu identic dengan pekerjaan yang di dambakan. Walaupun di negeri ini, semuanya pekerjaan seolah di ukur oleh selembar ijasah, pendidikan yang tinggi dan gelar yang mumpuni. Selembar Ijasah dijadikan tolak ukur tingkat kompetensi pemiliknya, bukan di lihat dari kompetensi sebenarnya seperti halnya di Negara-negara maju bahwa tingkat kompetensi seseorang tidak di tentukan oleh selembar ijasah tapi benar-benar dilihat dari kompetensi yang dimiliki orang tersebut. Ijasah merupakan factor kesekian dalam melamar pekerjaan di Negara maju. Sedangkan di negeri ini, selembar kertas ijasah masih menjadi “Dewa”.
Tapi jangan khawatir, karena banyak jalan menuju sukses. Seperti halnya orang-orang di atas. Sukses atau tidaknya kehidupan kita di tentukan oleh pikiran kita sendiri, bukan oleh orang lain. Bukan pula oleh selembar kertas ijasah dan embel-embel gelar sarjana.
Jadi, masih perlukah kuliah?
Oleh : Saepuloh
Diambil dari berbagai sumber